[Auditing] Pengambilan Sampel Variabel

Pengambilan sampel variabel merupakan metode statistik yang digunakan oleh auditor. Pengambilan sampel variabel dan nonstatistik untuk pengujian perincian. Saldo memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengukur  salah saji dalam saldo. Untuk sampel nonstatistik, ketika auditor  menentukan bahwa  jumlah salah saji melebihi  jumlah yang dapat diterima, mereka menolak populasi dan melakukan tindakan tambahan.

Beberapa teknik pengambilan sampel terdiri atas klasifikasi metode umum yang disebut pengambilan sampel variabel : estimasi perbedaan, estimasi rasio, dan estimasi rata-rata per  unit.

Perbedaan Antara Pengambilan Sampel Variabel dan Nonstatistik

Penggunaan metode variabel memiliki banyak kesamaan dengan sampel nonstatistik. 14 langkah yang dibahas dalam sampel nonstatistik juga harus dilakukan untuk metode variabel, dan kebanyakan sama. Beberapa perbedaan antara pengambilan sampel variabel dan nonstatistik akan dibahas setelah pembahasan distribusi pengambilan sampel.

Distribusi Pengambilan Sampel

Untuk memahami alasan dan cara auditor menggunakan metode pengambilan sampel

variabel dalam audit, Anda perlu memahami terlebih dahulu distribusi pengambilan sampel dan pengaruhnya terhadap keputusan statistik auditor. Auditor  tidak mengetahui nilai rata-rata salah saji dalam populasi, distribusi jumlah salah saji, atau nilai yang diaudit. Karekteristik populasi ini harus diestimasi dalam sampel, yang tentunya merupakan tujuan dari pengujian audit

Diasumsikan bahwa auditor, sebagai experimen, mengambil ribuan sampel rata-rata yang terulang dengan jumlah yang sama dari suatu populasi data akuntansi, dengan nilai rata-rata x. Untuk setiap sampel, auditor menghitung nilai rata-rata dalam sampel sebagai berikut:

Dimana:

x: Nilai rata-rata dalam sampel

xj: Nilai masing-masing sampel

n:  jumlah sampel

Inferensi Statistik

Biasanya, ketika sampel diambil dari populasi dalam situasi audit aktual , auditor tidak mengetahui karakteristik populasi dan biasanya hanya satu sampel yang diambil dari satu populasi. Akan tetapi, auditor dengan pengetahuan mengenai distribusi pengambilan sampel (knowledge of sampling distribution) dapat menarik kesimpulan, atau disebut inferensi statistik (statistik inferences), tentang populasi.

Secara alami, ketika sampel diambil dari suatu populasi di dalam situasi audit nyata, auditor tidak mengetahui karakteristik populasi dan di sana biasanya hanya ada yang satu sampel dari populasi itu. Hanyalah pengetahuan distribusi sampling memungkinkan auditor menarik statistika inferensi, atau statistika inferensi, tentang populasi itu. Untuk contoh, asumsi bahwa auditor mengambilsuatu contoh dari suatu populasi dan mengkalkulasi sebagai $ 46 dan SE pada $9 (mean untukmengkalkulasi SE ditunjukkan kemudian). Kita sekarang dapat mengkalkulasi suatu kepercayaan interval rata-rata populasi menggunakanlogika memperoleh dari studi sampling distribusi.

Pembagian Sampel

Menggunakan rumus distribusi normal dengan karakteristik kurva normal :

  1. Kurva simetris
  2. Mean sampel tergolong porsi yang dikenal Distribusi Sampling disekitar rata-rata (mean) yang diukur oleh jarak sepanjang poros yang horizontal dalam kaitan dengan standar deviasi
  3. Nilai rata-rata dari semua mean sampel = rata-rata populasi
  4. Bentuk dari distribusi frekuensi mean sampel adalah sebagai kurva normal sepanjang ukuran sampel cukup besar, dengan mengabaikan distribusi dari populasi
  5. Persentase dari rata-rata sampel berarti diantara dua nilai manapun distribusi sampling terukur. Persentase diukur dengan menentukan banyaknya kesalahan standar antara manapun dua nilai
  6. Menentukan persentase dari mean sampel mewakili dari suatu tabel untuk kurva nilai

Metode Variabel

Proses statistika inferensi, digunakan untuk semua metode sampling variabel. Perbedaan utama dalam berbagai metode adalah dalam item karasteristik  dan begitu di dalam yang sedang terukur. Ketika metode variable kini dibahas secara individu. Perbedaan estimasi digunakan untuk mengukur total kesalahan yang diperkirakan misamount di dalam suatu populasi ketika ada kedua nilai tercatat dan suatu yang teraudit untuk masing-masing item di dalam sampel itu. Contohnya akan mengkonfirmasikan sampel piutang dagang yang menentukan perbedaan antara jumlah yang dicatat klien dan auditor dalam mempertimbangkan yang benar untuk masing-masing rekening terpilih. Auditor membuat suatu perkiraan misstatement populasi berdasarkan pada banyaknya misstatement, ukuran rata-rata, misstatement ukuran individu didalam sampel itu.

Hasil dinyatakan seperti perkiraan misstatement populasi yang lebih atau kurang suatu ketepatan dihitung dengan tepat pada suatu tingkatan kepercayaan dinyatakan. Sebagai contoh, di dalam diskusi distribusi sampling yang terdahulu auditor sedang menetapkan suatu sampel acak untuk 100 dari populasi 1,000 piutang  dagang  dan disimpulkan bahwa kepercayaan membatasi dari mean menyangkut misstatement untuk populasi adalah antara $ 28 dan $64,000 pada suatu pengukuran 95 kepercayaan persen. Perkiraan daritotalpernyataan populasi salah dapat juga mudah dihitung sebagai hal yangantara $ 28,000 dan $ 64,000 pada suatu pengukuran 95 kepercayaan persen( 1,000 x 28 dan 1,000 x 64 ).

Jika misstatement yang dapat ditolerir auditor adalah $100,000, populasi dengan jelas mampu diterima. Jika adalah 40,000.populasi adalah tidak mampu diterima. Suatu ilustrasi diperluas yangmenggunakan penilaian perbedaan ditunjukkan kemudian.Estimasi perbedaan yang sering mengakibatkan ukuran sampel lebih kecil dibanding metode lain, dan itu secara relative penggunaan. Untuk alsan itu,estimasi perbedaan adalah metode variable yang lebih disukai.

Rasio estimasi adalah serupa dengan estimasi perbedaan kecuali titik taksir dari misstatement populasi ditentukan dengan sampel perkalian porsi dolar yangsalah dengan total nilai buku populasi dicatat. Kalkulasi batas kepercayaan daritotal misstatement dapat dibuat untuk ratio estimasi dengan kalkulasi yangserupa apa ditun jukkan untuk perbedaan estimasi. Ratio estimasi menghasilkanbahkan ukuran sampel yang lebih kecil dibanding estimasi perbedaan jika ukuranmisstatement di dalam populasi adalah yang sebanding dengan nilai yang dicatat. Jika ukuran misstatement individual adalah bebas dari nilai yang tercatat, estimasi perbedaan menghasilkan ukuran sampel yang lebih kecil.

Estimasi mean per unit di dalam mean per unit, auditor mempunyai perhatiankepada nilai yang teraudit dibanding denagn jumlah misstatement untuk masing-masing item di dalam sampel itu. Kecuali definisi dari apa yang sedang terukur,situasi mean per unit dihitung oleh cara yang persis sama dengan estimasiperbedaan. Titik taksir dari nilai teraudit adalah rata-rata nilai materi yang terauditdi dalam sampel dikatakan ukuran populasi. Interval ketepatan atas dasar nilaiyang teraudit menyangkut materi sampel dibanding misstatement itu.

Ketika auditor telah menghitung batas atas dan menurunkan batas keprcayaan bawah,suatu keputusan dibuat untuk menerima populasi dengan membandingkan jumlah ini dengan nilai buku yang tercatat.Metode statistic yang berstratifikasiSeperti disidkusikan tadi, sampling yang berstratifikasi adalah sutau metodesampling dimana semua unsure-unsur di dalam total populasi adalah dibagi 2 atau lebih subopulations. Masing-masing subpopulation adalah kemudian diujidengan bebas. Ketika auditor menggunakan stratifikasi samling statistic, hasilnyadiukur secara statistic. Kalkulasi dibuat untuk masing-masing lapisan. Merekadikombinasikan ke dalam suatu keseluruhan taksiran populasi dengan suatubilangan interval kepercayaan. Stratifiksi dapat digunakn perbedaan untukperbandingan, dan mean per unit, tetapi itu paling umum yang digunakan untukestimasi mean per unit. Seperti ditunjukkan terdahulu bahwa tentu saja membuat stratifikasi suatupopulasi adalah tidak unit ke sampling statistic. Auditor sudah biasa menekankan jenis materi tertentu ketika mengadakan tes suatu populasi. Sebagai contoh,dalam konfirmasi piutang dagan atau akun yang besar dan kecil dilakukan.Perbedaan yang terbesar adalah bahwa pendekatan statistical sampling lebihobyektif dan lebih baik daripada metode nonstatistik dan statistik sampling.

Risiko Pengambilan Sampling

Untuk sampling variable, risiko yang mampu diterima penolakan salah (ARIR) juga digunakan. Pembedaan antara dan penggunaankeduanya resiko harus dipahami. ARIR ( accepted risk of incorrect rejection ) resiko yang mampu  diterima penolakan salah (ARIR) adalah resiko statistic bahwa auditor telahmenyimpulkan bahwa suatu populasi secara material disajikan salah ketika itu tidak ada. Satu-satunya waktu yang ARIR mempengaruhi tindakan auditor adalah ketika auditor menyimpulkan bahwa suatu populasi adalh tidak wajar dinyatakan. Tindakan yang pasti ketika auditor tidak menemukan suatu saldo wajar yang dinyatakan adalah akan meningkatkan ukuran sampel atau melaksanakan tes lain.

Sumber: 

Auditing dan Jasa Assurance Jilid 2 12th Edition by Alvin A.Arens, Randal J. Elder, dan Mark S. Beasley

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s